Mengenali diri bukan sekadar mengetahui kelebihan dan kekurangan, tetapi juga memahami emosi, potensi, minat, serta alasan di balik setiap pilihan yang diambil. Bagi peserta didik pada masa remaja, kemampuan tersebut menjadi penting karena berbagai pengalaman akademik, sosial, maupun pengaruh teman sebaya dapat memengaruhi cara mereka memandang dan menentukan pilihan bagi dirinya.
Dalam perspektif Bimbingan dan Konseling (BK), kebutuhan tersebut berkaitan dengan self-understanding atau pemahaman diri, yaitu kemampuan individu untuk mengenali dan memahami kondisi dirinya, termasuk...














