Praktisi Masuk Kampus Program Transpersonal Psycodynamics Freud, Reich, Masterson, and Jung In Counseling

Salah satu program yang dibuat oleh menteri pendidikan adalah program praktisi masuk kampus. Pelaksanaan program ini diselaraskan dengan mata kuliah yang sesuai dengan topik atau materi yang disampaikan oleh praktikan. Salah satu praktisi yang diminta menjadi narasumber adalah Yusa Aziz, M.Msc, PG Dipl yang memiliki panggilan akrab coach Yusa. Coach Yusa mengambil spesialisasi Jung, Analis & Praktisi Transpersonal Psyche Soma yang telah membuka praktik selama 17 tahun. Selain itu, coach Yusa adalah memiliki akreditasi dari International Association of Coaches Therapist and Mentors (IACTM) dan anggota Transpersonal Coaches Therapist Network (TCTN), Depth Psychology Alliance, International Association Jungian Studies (IAJS), International Association Applied Psychology (IAAP) , Kementerian Metafisika Internasional (IMM), Certified Coach Federation (CCF), ABNPL (American Board of NLP & Hypnotherapist). Pemilihan narasumber ini untuk menambah wawasan dan membekali mahasiswa dalam mata kuliah Pendekatan Konseling.

Pelaksanaan program dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan dengan fokus yang berbeda pada setiap pertemuan namun merupakan materi yang berkelanjutan. Pertemuan pertama pada tanggal 9 Desember 2021 dengan materi psikologi alam bawah sadar, gaya kepribadian, dan fase terapi. Sedangkan pertemuan kedua tanggal 15 Desember 2021 materi yang disampaikan adalah keterampilan konseling dan terapi psikodinamik transpersonal, keterampilan mikro, keterampilan makro, pengembangan diri Anda sebagai terapis, serta keterampilan konseling, pembinaan, dan penguasaan psikodinamik transpersonal, serta keterampilan dasar dan penguasaan terapi.

Secara umum, pemaparan materi pada hari pertama lebih terfokus pada pandangan psikologi alam bawah sadar dari beberapa ahli, antara lain Freud, Willem Reich, dan Jung. Dibahas juga mengenai gaya kepribadian yaitu skizofrenia, narsistik, gaya borderline, dan gangguan kepribadian. Materi tidak hanya selesai tetapi dilanjutkan pada pertemuan kedua pada tanggal 15 Desember 2021 dengan topik konseling psikodinamik transpersonal dan keterampilan terapeutik. Semua konselor, terapis, dan coach harus menjalani terapi pribadi untuk diri mereka sendiri minimal 50 jam untuk menghindari penularan psikis yang sangat berbahaya baik bagi konseli maupun konselor itu sendiri. Selanjutnya dibahas juga mengenai hal-hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam sesi konseling.

Dari kedua pertemuan tersebut, mahasiswa dan dosen merasa sangat antusias dengan materi yang disampaikan. Hal ini terlihat dari pertanyaan, tanggapan dan partisipasi aktif dalam proses diskusi. Mahasiswa menyadari bahwa untuk memberikan pelayanan konseling yang baik, perlu memahami materi tentang pendekatan konseling secara mendalam. Belajar dari seorang praktisi yang memiliki banyak pengalaman di lapangan juga membuka mata bahwa sebelum memberikan pelayanan kepada orang lain, kita juga harus memastikan bahwa kita siap menjadi wadah/bejana bagi orang lain. Adapun program studi Bimbingan dan Konseling juga dapat menambah khasanah keilmuan, dalam arti teori yang dipelajari terutama berkaitan dengan bidang Bimbingan personal dan sosial. (end)